Bebas Pajak, Nikmatnya Jadi Pemain Sepakbola di Arab Saudi

 


Bekerja sesuai passion, gaji besar, dan tidak dipotong pajak terdengar seperti mimpi di siang bolong namun kondisi seperti itu nyata adanya. Itulah yang dialami bintang sepakbola yang berlaga di Saudi Pro League. Sudah banyak bintang sepakbola pertama yang sudah bergabung diantaranya para mantan peraih pemain terbaik di dunia seperti Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema, hingga bintang muda kelas dunia, Joao Felix.

Berbagai fasilitas didapat pemain dari masing-masing klub, termasuk juga dengan fasilitas fiskal. Penghasilan yang akan diterima oleh pemain adalah 100% alias tidak dikenakan pajak sama sekali. Hal ini sangat bertolak belakang yang mereka alami di liga Eropa dimana negara-negara Eropa menerapkan pajak penghasilan yang sangat tinggi bagi pekerja asing termasuk pemain sepak bola profesional. Bahkan di Liga Spanyol dapat dikenakan hingga lebih dari 50% penghasilan. Tidak jarang pemain sepakbola terkena kasus penggelapan pajak demi menghindari membayar pajak yang tinggi.

Arab Saudi tidak menerapkan pajak penghasilan baik penduduk dalam negeri maupun pekerja imigran apapun bidangnya. Potongan terhadap harta yang berlaku di Arab Saudi adalah zakat. Kewajiban seorang muslim untuk menyisihkan 2,5% dari harta mengendapnya untuk kemaslahatan masyarakat umum di Arab Saudi. Itupun hanya berlaku pada pemain bola yang beragama Islam bagi pemain non-muslim memiliki perlakuan yang berbeda.

Selain menerima gaji yang fantastis, beberapa klub juga menyediakan fasilitas mewah untuk pemain yang tinggal di Arab Saudi. Tempat tinggal mewah, mobil mewah, dan kenikmatan lain yang jarang klub eropa tawarkan disediakan agar pemain bintang dapat nyaman tinggal di Arab Saudi.

Di Indonesia, fasilitas seperti itu dianggap sebagai natura. Definisi natura berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) adalah imbalan atau penggantian dari pemberi kerja kepada pegawai yang diberikan dalam bentuk barang atau fasilitas (bukan uang). Natura dianggap sebagai penghasilan tambahan dan dapat menjadi nilai tambah dalam dasar pengenaan pajak. Hanya beberapa poin natura saja yang dikecualikan seperti fasilitas yang disediakan di area tambang, perlengkapan yang berkaitan dengan keselamatan kerja, dan lain sebagainya yang telah diatur oleh undang-undang.

Tentu ada udang dibalik batu Arab Saudi memberikan kemewahan kepada bintang-bintang sepakbola ini. Arab Saudi ingin melepas citra buruknya kepada dunia demi menarik investor asing. Mereka ingin mengubah citra negara mereka yang konservatif menjadi negara yang ramah akan pendatang sekalipun itu non-muslim. Pemain sepak bola adalah salah satu influencer untuk memberitahu dunia bahwa Arab Saudi adalah negara yang ramah terhadap orang asing termasuk pemain sepakbola yang bermain di liga.

Arab Saudi sedang membangun liga sepakbola yang berkualitas dunia yang tak kalah hebat dan menghibur dibandingkan liga-liga eropa. Regulasi liga sepakbolanya juga menyesuaikan untuk mendukung peningkatan kualitas liga. Kuota pemain asing ditingkatkan untuk mengakomodasi klub untuk memiliki banyak pemain bintang di segala posisi dari penjaga gawang hingga penyerang. Terbukti masih banyak pemain dari Liga Arab Saudi yang mendapat panggilan Tim Nasional negara masing-masing termasuk untuk mengarungi turnamen sekelas Pesta Bola Terbesar di Dunia. Ditambah lagi, klub dari Liga Arab Saudi sering meraih prestasi yang baik di tingkat Asia, lebih tepatnya pada kompetisi Liga Champions Elit AFC.

Hal itu selaras dengan Visi Saudi 2030, mereka fokus meningkatkan pendapatannya di luar sektor minyak. Mereka sadar bahwa tidak bisa mengandalkan sektor minyak bumi dan gas (migas) nya saja. Keuntungan dari sektor tersebut diinvestasikan ke sektor lain untuk Arab Saudi bisa menambah pundi-pundi uang dengan tidak mengandalkan sektor migas saja. Dalam hal ini, investasi di industri hiburan dan olahraga diharapkan dapat membantu perekonomian negara.

Sejauh ini, liga Arab Saudi telah mengoleksi keuntungan yang besar dari penjualan hak siar ke seluruh dunia. Pendapatan hak siar meningkat drastis hingga 650 persen berkat kehadiran bintang dunia pada tahun 2022. Sampai saat ini, hak siar ini konsisten memberikan pendapatan yang positif untuk Arab Saudi. Jumlah penonton juga makin bertambah baik suporter dalam negeri maupun turis mancanegara terutama yang dari Asia karena ongkos berlibur Eropa lebih mahal dibandingkan ke Arab Saudi.

Setiap liga sepakbola selalu mematuhi otoritas pajak dimana liga tersebut bernaung. Secara langsung, kebijakan pajak yang lebih menguntungkan pemain memengaruhi prestasi sepakbola suatu negara. Pemain juga bisa terhambat karirnya karena masalah pajak apalagi berkaitan dengan mendapatkan penghasilan dari negara yang berbeda. Aturan penghindaran pajak berganda yang disepakati antarnegara akan memengaruhi hak dan kewajiban pajak seorang pemain. Bila ada negara yang memberikan kelonggaran pajak, hal ini membuat pemain makin nyaman untuk berlaga di liga suatu negara. Semoga kita dapat mengambil pelajaran bahwa kebijakan fiskal dapat memengaruhi kehidupan kita termasuk pertandingan sepak bola yang biasa kita tonton di layar kaca.

Comments